memelihara anak yatim
ALLAHUAKBAR.!!! TERNYATA MEMELIHARA ANAK YATIM MEMPUNYAI KEDUDUKAN DI SURGA,ITU JANJI ALLAH BENARKAN HADIST ITU LIHAT SELENGKAPNYA...???

Pahala Dan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim PiatuDunia Islam – Itu di
sini informasi beberapa Pahala dan keutamaan menyantuni anak yatim piatu
yaitu sebagai berikut :
Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Piatu
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Bermakna : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di
surga seperti ini”, lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam, serta agak merenggangkan keduanya 1.
Hadits yang agung ini tunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang
menyantuni anak yatim, sampai imam Bukhari mencantumkan hadits ini
dalam bab : keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.
Beberapa faidah paling utama yang ada dalam hadits ini :
Makna hadits ini : orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan
menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 2.
Arti “menanggung anak yatim” yaitu mengurusi dan memperhatikan semua
kebutuhan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh
dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar
Yang dimaksud dengan anak yatim yakni seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya terlebih dulu anak itu mencapai usia dewasa.
Keutamaan dalam hadits ini belaku untuk orang yang menyantuni anak yatim
dari harta orang itu atau harta anak yatim itu apabila orang itu
benar-benar yang peroleh kepercayaan untuk itu .
Demikian pula, keutamaan ini berlaku untuk orang yang menyantuni anak
yatim yang punyai pertalian keluarga dengannya atau anak yatim yang
meskipun tidak punyai jalinan keluarga dengannya.
Terdapat beberapa hal yang butuh diperhatikan sehubungan dengan mengasuh
anak yatim, yang ini sering berjalan dalam permasalahan “anak angkat”,
karena ketidakpahaman sebagian dari kelompok muslimin pada hukum-hukum
dalam syariat Islam, satu diantaranya :
Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh pada kecuali ayah k4ndungnya, berdasarkan pada firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala :“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
beberapa bapak (kandung) mereka ; itu yang lebih adil di sisi Allah,
jika anda tidak tahu beberapa bapak mereka, jadi (panggilah mereka
sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab :
5).
Anak angkat/anak asuh tidak mempunyai hak peroleh warisan dari orang-tua
yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang
beranggapan anak angkat seperti anak k4ndung yang mempunyai hak peroleh
warisan waktu orang-tua angkatnya meninggal dunia dunia.
Anak angkat/anak asuh tidaklah mahram, sampai mesti untuk orang-tua yang
mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang
menutupi aurat di depan anak itu, seperti waktu mereka di depan orang
lain yang tidaklah mahram, berbeda dengan kebiasaan di waktu Jahiliyah.
Pahala Mengasuh Anak Yatim Piatu
Berbahagialah sebagian orang yang ditempat tinggalnya ada anak yatim
karena Rasulullah berikan jaminan pertama, memiliki pahala yang setaraf
dengan jihad. Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barang siapa yang
mengasuh tiga anak yatim, jadi seperti bangun waktu malam hari dan puasa
pada siang harinya, dan seperti orang yang keluar masing-masing pagi
dan sore m3nghvnvs pedangnya untuk berjihad di jalan Allah.
Dan nanti di surga bersamaku seperti saudara, seperti ke-2 jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. ” (H. R. Ibnu Majah)
Ke-2, peroleh perlindungan di hari kiamat.
Rasulullah Saw. bersabda, “Demi Allah yang m3ngutusku dengan kebenaran,
di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak
yatim, dan berlaku ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis.
Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan
tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh
Allah kepadanya. ” (H. R. Thabrani)
Ke-3, masuk surga dengan mudah. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa
yang memelihara anak yatim didalam kelompok muslimin untuk berikanlah
makan dan minum, jadi pasti Allah memasukkannya dalam surga, kecuali
apabila ia telah berbuat dosa yg tidak dapat diampuni. ” (H. R.
Tirmidzi)
.
Komentar
Posting Komentar